Selamat Menikmati Chapter: Bertahan Hidup Selanjutnya

Setelah sekitar 2,5 tahunan menempuh pendidikan di bangku kuliah (karena 1,5 tahunnya dihabiskan di bangku rumah atau kadang di ubin aja)—pertengahan Juli lalu akhirnya dengan mengucap alhamdulillah wa syukurillah, gue selesai menuntaskan skripsi yang penuh perjuangan itu. Setelah ngeprint-revisi ini itu, washweshwosh bimbingan ke sana ke mari, diselingi kopatkopit, kemudian ditutup dengan prank kampus karena labilnya keputusan pemberitahuan terbaru dimana mulanya mahasiswa jurusan Informatika disuruh ngumpulin 3 rangkap skripsi yang akhirnya cuma 1, bener-bener hadeh. Walaupun rada menyebalkan karena skripsi gue menghasilkan kurang lebih 300an lembar itu yang kemudian dikali 3 jadi 900an lembar, tapi setelah selesai rasanya jadi lucu aja. Padahal gue sudah menunda beberapa hari buat mengumpulkan, positive thinkingnya mungkin memang rejeki untuk abangnya. Yak, inilah yang dinamakan takdir semoga sukses selalu Santoen, Depok. Mantap pokoknya, recommended!

Sisa 600an halaman bonus berkas-berkas revisian, yang butuh kertas buat dagang gorengan atau mau main pesawat-pesawatan se-RT bisa japri saya gan 👍

Sebelum beres, jam-jam ketika gue mengetik lembar persembahan dan motto, gue bergetar karena kebetulan lagi lapar. Seketika semua momentum masa-masa perkuliahan terputar kembali di pikiran. Awal-awal gue dateng ke kampus, duduk di kelas, bermalas-malasan di kosan teman, nugas yang suka bikin otak kliyengan, lingkungan pertemanan yang menyenangkan, apapun itu rasanya manis sekali kalau diingat sekarang alias soalnya kalau waktu itu dijalanin ya capek juga🤪. Empat tahun di bangku perkuliahan (hm maaf maksudnya 2,5 tahun) benar-benar penuh arti dan mengajarkan arti kedewasaan. Ceilah!

Sedikit flashback, sebelum memulai kuliah gue banyak mendengar bahwa kuliah itu sebenarnya cukup untuk menghasilkan ijazah saja. Ialah ngga salah dengan orang-orang yang berprinsip seperti ini namun buat gue, 4 tahun bukan waktu sebentar untuk nantinya tiba-tiba kita menghasilkan gelar dan ijazah. Bersyukurnya gue bisa menjalankan hal itu sesuai dengan apa-apa yang gue harapkan.

Kuliah, benar-benar masa di mana gue mempunyai kesempatan untuk banyak sekali belajar sekaligus bisa bersenang-senang. Gue ikut organisasi di salah satu bidang yang gue sukai, ikut bermacam-macam pelatihan di bidang yang kadang alhamdulillah isinya gak gue paham sama sekali, jadi volunteer, ambil part time dan freelance, kemudian jalan-jalan, nonton konser, melakukan kebodohan-kebodohan, et cetera. Kabar baiknya, hal-hal itu gue lakukan dengan tetap bisa berusaha untuk memaksimalkan nilai akademis. Yha, thanks to dosen-dosen yang hobi sedekah nilai 🙏

Ada yang bilang nilai bukan segalanya, mungkin ini benar. Gue pun termasuk salah satu dari sekian banyak manusia yang lebih mengutamakan proses ketimbang hasil atau nilai yang didapatkan. Artinya selagi ada kesempatan untuk bisa dimaksimalkan dengan usaha yang baik terlebih kita enjoy menjalankannya, why not? Hahaha. Mungkin sedikit tips buat mahasiswa atau pelajar yang ingin punya nilai tjakep: tipsnya yaitu rajin, minimal rajin masuk. Tips untuk hal lainnya, silakan disesuaikan dengan pola pikir dan kapasitas masing-masing.

Seperti yang gue ceritakan sebelumnya, selama kuliah gue mengambil cukup banyak kesempatan untuk melakukan sekian hal menyenangkan yang salah satunya gue nyemplung untuk mempelajari hal-hal yang menurut gue menarik untuk dilakukan. Dari sekian pilihan lalu melakukan trial and error, kemudian dihadapkan hari-hari yang membingungkan, saat ini gue sampai juga menemukan sesuatu yang gue suka dan gue pilih untuk menjadi bekal mengembangkan potensi diri di kedepannya. Meskipun di kedepannya juga belum tau apakah masih konsisten dengan hal yang sama, hahaha bismillah aja pokoknya.

Akhir kata, tetap semangat dan kuat karena hari-hari selanjutnya mungkin akan ada hari-hari yang lebih berat! Terakhir, kiranya motto yang gue tulis di skripsi ini bisa jadi pesan untuk kepada diri sendiri pun kita semua. Ittekimasu!

Share to:

Leave a Reply

Your email address will not be published.