Segera Membaik, Hal-Hal yang Kurang Baik.

Hidup ialah perkara hal yang memilukan, kala diri tak berdaya untuk apa-apa dan siapa-siapa. Semangat dan terus berusaha.

Berminggu-minggu sudah kita melihat, perkara bumi yang sedang tidak sehat. Terhitung hingga saat ini, penyakit itu telah mengembara ke ratusan ribu jiwa manusia di dunia dan lewat angka seribu sudah terjadi di bumi pertiwi. Sekian persen dinyatakan sembuh, sekian persen lagi tidak bertahan dan pergi meninggalkan. Wabah pandemi ini seolah-olah memberi kita peringatan untuk tetap saling menjaga pribadi serta sekeliling.

Covid-19 agaknya menuntun tiap-tiap dari kita untuk menjawab pertanyaan seperti bagaimana menjadi manusia yang tidak mementingkan diri sendiri. Bagaimana kita bertahan di dalam kondisi yang menjemukan, bagaimana kerelaan bagi mereka-mereka yang tetap harus menjalankan pekerjaan atau profesinya. Bagaimana mengatur perekonomian untuk tetap dapat hidup berkecukupan, sekadar untuk menyukupi kebutuhan gizi sehari-hari. Pun bagaimana mengatur strategi atas mundurnya project-project yang sudah dicanangkan pada awal tahun.

Dengan hal ini pula, manusia dilatih untuk tetap sabar dan sadar. Datang dan perginya suatu musibah tidak lain dan tidak bukan ialah atas kehendakNya. Doa-doa dipanjatkan di sana sini. Hingga hadir sebuah anekdot menggemaskan…

Source: Twitter.com/thepanturas

Banyak pekerja kukuh menjalankan peran dan kewajibannya. Pelajar dan mahasiswa tetap belajar dengan situasi kondisi yang berbeda. Para Ibu senantiasa meramu jamu untuk keluarganya. Sepasang kekasih saling bicara rindu via telepon genggam tanpa saling menggenggam.

Kini, kesehatan dan kebahagiaan orang-orang tersayang jelas menjadi sesuatu yang mewah dirasakan. Berakhirnya wabah sudah pasti menjadi sesuatu yang dinantikan. Semoga saja setelahnya kita menjadi lebih bersyukur dan tetap menjaga nikmat-nikmat Tuhan.

Tak bosan-bosan saling mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh, pikiran, serta pola minum dan makan. Jangan begadang kalau tiada perlunya. Dan, rajin-rajin cuci tangan okei! (Note: yang terakhir, pengecualian untuk anggota dewan)

Share to:

Leave a Reply

Your email address will not be published.