Sebuah Reminder dalam Episode Terbentur Insecure by Rapot

Cover podcast Rapot episode Terbentur Insecure

Seperti biasa selalu ada makna di balik selipan-selipan obrolan menyenangkan dari keempat personel podcast yang saat ini menjadi salah satu podcast yang paling banyak didengarkan oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana kebanyakan episode lainnya, episode kali ini juga menceritakan tentang pengalaman-pengalaman dari Reza Chandika, Ankatama, Radhini, dan Abigail. Mungkin yang membedakan, dalam episode yang berjudul Terbentur Insecure ini bak sedang menjadi sesuatu yang relate dalam situasi yang saat ini banyak orang-orang alami yang mana gue salah satunya, hahaha.

Di episode yang berdurasi sekitar setengah jam ini kemudian seolah menjadi reminder untuk kita manusia-manusia yang sedang atau pernah merasa insecure, baik karena murni muncul dari diri sendiri atau bisa juga sebab tindakan orang lain. Dari sekian obrolan yang gue dengar, point-point yang gue highlight di bawah ini gue harapkan akan menjadi pengingat di suatu hari nanti ketika gue atau kita sedang berada dalam kondisi yang kurang baik-baik saja karena perkara perasaan acakadut ini.

  • Jangan lo tanya kapan kawin, kapan punya anak, dan jangan lo banding-bandingin anak lo! Menurut opini Reza sebab munculnya insecurities adalah karena dibanding-bandingin.
  • Gak bisa kita ngatur semua orang mindsetnya sama dengan kita.
  • Putus kebiasaan mengkotak-kotakan dan menganggap semuanya adalah kompetisi.
  • Dari dulu udah ada stigma kita harus mapan di dunia ini, hidup kita mengejar kemapanan. Instead of itu semua, padahal kita harusnya menikmati hidup.
  • Keberhasilan itu nggak selalu sama, semua orang punya versinya masing-masing.
  • Di dalam hidup kita pasti akan menemui berbagai orang, ternyata semua orang yang kita temui itu ada fungsinya. Yang pertama bisa jadi lesson, yang kedua bisa jadi blessing. Kayak semesta mempertemukan kita dengan siapa pun itu pasti ada tujuannya.
  • Stoicism artinya kebahagiaan dan ketidak pedulian. Itu pilihan hidup, bahwa kita tidak boleh terlalu attach dengan orang lain.
  • Bukan berarti orang insecure itu adalah orang yang terpuruk, ada obatnya cuma mungkin dari kitanya yang belum mau mengubahnya.
  • Kita punya pilihan apakah insecure itu untuk jadi peluru untuk bisa jadi lebih baik lagi atau justru menenggelamkan kita, yang mana kita nggak mau mengalami hal itu.
  • Dengan lo menyadari “Gue insecure bagian ini (hal-hal tertentu yang membuat insecure)” itu adalah good start dan jangan jadi orang yang denial!

Share to:

Leave a Reply

Your email address will not be published.